Secret between mom n son

Secret between mom n son
Believe or not, There is a big power in mom's love

Kamis, 21 Januari 2010

Contoh PTK Bab 3

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rencana dan Prosedur Penelitian

1. Objek Tindakan

Agar permasalahan yang muncul dapat diselesaikan, ada 3 faktor yang diteliti dalam penelitian ini, yaitu :

  1. Faktor Siswa

Meneliti peningkatan siswa dalam menguasai vocabulary setelah diterapkan strategi pembelajaran dari proses pembelajaran yang berlangsung.

  1. Faktor Perangkat Pembelajaran

Meneliti apakah metode permainan scrabble ini efektif dan berhasil meningkatkan penguasaan vocabulary siswa.

  1. Faktor guru

Meneliti keefektifan metode yang diambil dan seberapa efektif kinerja guru dalam pembelajaran melalui permainan scrabble.

.

2. Setting Penelitian dan Subyek Penelitian

Lokasi penelitian adalah kelas I Hidrogen (I H) di MINU Pucang Sidoarjo dengan siswa yang terlibat 20 anak. Penelitian akan dilaksanakan pada semester genap tahun pembelajaran 2007-2008.

3. Rencana Tindakan

Penelitian ini dilaksanakan dengan perencanaan yang sesuai dengan prosedur yang melalui proses siklus yang dimulai dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi/evaluasi dan terakhir tahap refleksi. Penelitian ini direncanakan sebanyak 3 siklus. Tiap siklus dilaksanakan selama 2x pertemuan secara bertahap. Tiap 1x pertemuan terdiri dari 2x35 menit jadi tiap siklus dilaksanakan selama 2(2x35 menit).

Apabila terjadi kegagalan atau banyaknya hambatan yang masih dialami siswa, maka akan disempurnakan melalui siklus kedua dan hambatan yang ada di siklus kedua akan diselesaikan di siklus ketiga. Di siklus ketiga ini akan lebih sempurna lagi. Jadi kesulitan akan terselesaikan dalam tiga siklus.

Rincian tiap tahap penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Tahap Prapenelitian

Dalam kegiatan ini, dilakukan observasi terhadap proses pembelajaran vocabulary kelas I H MINU Pucang Sidoarjo, untuk mengetahui permasalahan yang terjadi bagi siswa kelas I H. Dari observasi yang ada, dapat ditarik kesimpulan bahwa lemahnya kemampuan siswa dalam vocabulary adalah karena tidak tepatnya strategi dan media pembelajaran yang disajikan oleh guru.

2. Tahap Perencanaan Tindakan

a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan metode permainan dan diskuisi

b. Menyiapkan media pembelajaran untuk 2x pertemuan yaitu papan permainan dan huruf-huruf dari A-Z, penilaian atau bila perlu hadiah bagi pemenang.

c. Menyusun format penilaian yaitu kinerja dan produk

d. Menyusun lembar pengamatan guru tentang pelaksanaan pembelajaran

vocabulary melalui permainan scrabble.

3. Tahap Pelaksanaan Tindakan

a. Guru melakukan apersepsi sebagai upaya membangkitkan pengetahuan awal siswa yang berkaitan dengan Vocabulary Bahasa Inggris dan kegiatan apresiasi yang pernah dilakukan. Guru membangkitkan ingatan siswa tentang Vocabulary yang pernah dipelajari.

b. Siswa dibagi menjadi kelompok kecil yaitu masing-masing 2 siswa.

c. Siswa diberikan satu scrabble untuk 4 kelompok terdiri dari 8 pemain dengan 4 pemain inti.

d. Siswa mulai memainkan scrabble dengan mengambil 7 buah huruf.

e. Siswa mulai menyusun kata dengan mengambil 1 huruf lagi untuk menentukan pemain pertama. Setelah itu meletakkan huruf pertama di tempat yang siswa mau atau bebas dengan satu kata awal yang diberikan guru.

f. Siswa mendiskusikan langkah-langkah-langkah yang harus ditempuh agar kata tersusun baik.

Siswa harus mampu berhitung karena pertambahan poin tiap huruf berbeda. Siswa/kelompok yang paling banyak mengumpulkan poin, siswa/kelompok itulah yang keluar sebagai pemenang.

4. Observasi.

Kegiatan observasi ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelaksanaan tindakan. Kegiatan ini dilakukan oleh guru sebagai peneliti. Pada tahap ini guru mengenali dan mendokumentasikan seluruh proses dan hasil perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Ada tiga hal yang diamati yaitu ketepatan strategi yang disusun, ketepatan format asesmen yang disusun, keaktifan siswa, dan ketepatan penerapan asesmen oleh guru.

B. Instrumen Penilaian

Dalam penelitian ini disiapkan berbagai instrumen-instrumen penilaian. Instrumen yang digunakan sebagai berikut:

1. Perangkat Pembelajaran

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam penelitian ini dimaksudkan adalah suatu perangkat pembelajaran yang dibuat setiap kali putaran siklus.

b. Media Pembelajaran

Media Pembelajaran yang digunakan ialah Scrabble yaitu terdiri papan scrabble, balok huruf, kotak tempat balok huruf dan rak huruf.

c. Lembar Observasi

Lembar observasi digunakan untuk menilai keaktifan siswa dan ketepatan siswa dalam menentukan strategi, menghitung poin dan memilih kata dalam permainan. Serta data tentang tinggi rendahnya keaktifan siswa.

C. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan pada setiap siklus dimulai dari awal sampai akhir tindakan siklus I sampai II. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut:

1. Metode Observasi

Metode observasi dilakukan untuk mengamati suasana kelas tempat berlangsungnya pembelajaran. Seperti telah dikemukakan pada bagian sebelumnya, bahwa ada 3 faktor yang diselidiki, yaitu:

a. Faktor siswa.

Mengamati peningkatan penguasaan vocabulary siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

b. Faktor perangkat pembelajaran.

Mengamati apakah metode permainan melalui permainan scrabble ini efektif untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap vocabulary.

c. Faktor guru.

Mengamati aktivitas guru dalam menerapkan permainan scrabble di kelas I H.

2. Metode Catatan Lapangan

Metode catatan lapangan dipergunakan untuk mencatat suasana kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal-hal yang dicatat meliputi

1. Keaktifan siswa pada proses pembelajaran.

2. Aktifitas guru dalam menerapkan metode permainan scrabble di kelas I H.

3. Metode Dokumentasi.

Dokumentasi berfungsi agar setiap hasil pembelajaran permainan scrabble terbukukan dengan baik dan dilakukan diawali dari siklus I sampai siklus III. Dari 3 siklus terkumpul 1 lembar yang merupakan gambaran dari permaianan scrabble. Siklus pertama menghasilkan 3 lembar dokumentasi jalannya permainan secara kelompok, 7 kelompok gagal, 3 kelompok berhasil. Pada pertemuan kedua masih siklus I, pemain dilakukan secara kelompok untuk yang kedua kali. Pada pertemuan kedua masih tetap diikuti tiga kelompok, jadi pada pertemuan kedua, hanya 30 % kelompok yang mampu mengikuti. Siklus kedua menghasilkan 3 lembar dokumentasi jalannya permainan secara kelompok, 6 kelompok gagal, 4 kelompok berhasil. Pada pertemuan kedua 4 kelompok gagal, 6 kelompok berhasil jadi pada pertemuan kedua siklus II, meningkat menjadi 60 % kelompok yang mampu mengikuti. Keberhasilan dicapai pada siklus ketiga. Dari 20 anak, hanya 3 siswa yang masih gagal setelah dicoba bermain secara individu. Dokumentasi juga berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat oleh guru.

C. Analisis Data.

Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan data dari hasil pengamatan menjadi data kualitatif. Data tersebut meliputi :

  1. Hasil pengamatan tentang aktivitas guru dalam mengajar dan aktivitas siswa dalam belajar.
  2. Hasil kerja siswa dalm permainan scrabble secara kelompok.
  3. Hasil kerja siswa dalam permainan scrabble secara individu.
  4. Analisis data dilakukan secara bertahap dengan 7 kali pertemuan, 5 kali pertemuan sampai berhasil, 2 kali pertemuan sebagai final game.

Untuk menganalisis kemajuan hasil belajar siswa dengan menggunakan prosentase hasil belajar yang diambil dari penilaian selama proses pelajaran berlangsung. Secara pendekatan deskriptif kuantitatif dapat dirumuskan sebagai berikut:

P = x 100 % (Depdiknas, 2004:17)

Keterangan :

P : skor prosentase n : jumlah siswa yang diteliti N: jumlah seluruh siswa

Dalam perhitungan prosentase ini kriteria yang digunakan adalah:

100% : Istimewa/maksimal 60% s.d 75% : Baik/minimal

76% s.d 99% : Baik sekali/optimal Kurang dari 60% : Kurang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar